College Story
=========================
Hari ini adalah kenyataan, kemarin adalah sejarah dan hari esok adalah misteri. Begitulah katanya para bijaksana yang arif berwaris kepada setiap anak yang sedang belajar untuk menemukan, mengenali dirinya sendiri dan berusaha menata arah hidupnya.
Menariknya bahkan ada loh sebuah quotes dari tokoh pendidikan dunia terkenal, dirinya pernah mengatakan sesuatu yang dengan ringan bahasanya yang digunakan, kurang lebih seperti ini lah apa yang dia katakan saat itu,
" Bagi orang yang tidak berpendidikan, huruf A itu hanyalah tiga garis yang dipersatukan" A.A Milne.
Dan....
Much education today is monumentally ineffective. All too often we are giving young people cut flowers when we should be teaching them to grow their own plants. ~John W. Gardner
Kira - kira dengan bahasa yang disesuaikan artinya jadi gini, mungkin.
Kebanyakan pendidikan saat ini sangat tidak efektif. Terlalu sering kita memberi anak - anak kecil sebatang bunga ketika harusnya kita mengajarkan mereka cara menumbuhkan tanaman mereka sendiri. Sehingga cahaya intelektual hampir diredupkan tanpa disadari.
Sebab pendidikan adalah petualangan intelektual yang mengasyikan, dalam upaya penemuan terbesar dalam kebodohan kita sendiri. Seharusnnya seperti itu. Will Durant
#Self Reminder
Atau bahkan masih banyak lagi hal lainnya. hehe . . .
betapa bodohnya diri ini ya Rabbi...
-
-
-
Terpuji dan Agungkanlah namanya dan kasihilah selalu ia wahai kekasih kami ya Rabbi. Terus tancapkan kecintaan kami padanya Muhammad Saw ya Rasulullah, yang telah dengan gilang gemilang menggulung seluruh pernak - pernik kejahiliahan dan menggelar karpet kebenaran di jalan hidup yang semakin menuju titik cerahnya saat ini dengan cinta kasihnya.
Perlu kita mengulang dan refresh kembali ingatan KITA tentang perjalanan panjang proses pematangan ilmu dan pengetahuan berdasar sumber referensi yang diyakini kebenarannya.
Dalam bukunya S.I Poeradisastra yang berjudul "Sumbangsih Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern" membagi perjalanan pematangan ilmu pengetahuan dibagi menjadi 5 fase peradaban agung.
1. Mesir Purba [Sejak 5000 th sebelum Masehi]
Warisan kebudayaannya yang terkenal ialah; terbangunnya limas - limas [piramida] yang megah Raja Firaun, sistem pengairan dan sistem bintang yang cukup baik.
Namun, ilmu bintang [astronomi] masih tercampur aduk dengan ilmu perbintangan [astrologi]. Ahli - ahli pengetahuan ialah pendeta yang masih belum mengenal batas antara logika, takhayul, kepercayaan yaitu pemuja tri tunggal Apis-Isis-Orisis.
2. Tiongkok Purba [Sejak 4000 th sebelum Masehi]
Tiongkok purba lebih maju dari Mesir purba dalam banyak hal, tetapi pengetahuan mereka bercorak kudus [Sacred / Sacral]. Mereka berpikir semua pemberian berasal dari Thian, belum menuju iktikad pencarian rasionalitas secara objektif - empirik sebagai ikhtiar manusia secara sistematik tanpa mengabaikan kekuatan besar di luar kemampuan manusia.
Cara berpikir manusia Tiongkok Purba masih berdasarkan renungan dan firasat, belum pada tahap kritik - analitik.
3. India Purba [Sejak 2000 th sebelum Masehi]
Kecenderungan ilmunya terkungkung dalam alam metafisika dan monoisme [menunggalnya manusia dengan dewata] dan Pantheisme [hadirnya dewata di segala yang ada].
Agama Hindu menyembah setidaknya 24.000 dewa dengan TRI TUNGGAL [Brahma-Whisnu- Syiwa]
Umpamanya Astadhyayi, tata bahasa Sankrit / Sansekerta adalah pembahasan ilmiah ilmu Bahasa yang mendahului pembahsan oleh Aristoteles [384 - 322 pra masehi] yang bernilai jauh lebih tinggi untuk pematangan ilmu dan pengetahuan saat ini.
4. Parsi Purba [Sejak 1000 th sebelum Masehi]
Kebudayaan peninggalan Parsi hampir sebagian besar mirip dengan India Purba karena banyak mengadopsi dari sana dan tidak bersih pula dari peninggalan Mesir Purba dan India Purba.
Hal yang paling dikenang dari Parsi Purba ialah sangat berjasa pada penemuan Jentera [ sesuatu yg berputar] dalam pembuatan tembikar. Perlu disadari mulai dari jam tangan anak kecil hingga roket yang besar tidak ada yang tanpa menggunakan jentera ini.
5. Yunani dan Romawi Kuno [Sejak 500 th sebelum Masehi]
Pada masa ini, berkembanglah filsafat antrophosentrik [Manusia berada pada pusat segala aktifitas]. Sedikit lebih rasional dari kebudayaan - kebudayaan sebelumnya.
Kecenderungan berpikirnya, manusia berdiri di luar alam, memandang alam sebagai sesuatu kesatuan yang menyeluruh, tetapi terpenggal - penggal menjadi bagian - bagian yang harus diteropong. Atas hal itu lahirlah konsep mereka tentang MAKROKOSMOS [jagat besar] dan MIKROKOSMOS [jagat kecil].
Pada eranya belum ada pembatas antara Pengetahuan dan Filsafat, karena kecenderungan berpikirnya yang sangat mendalam dan menjadikannya sebagai aktifias olah raga otak dan petualangan gagasan [ideas] yang menyenangkan.
===============
KESIMPULAN
Pada kebudayaan - kebudayaan terdahulu telah meninggalkan timbunan - timbunan sesuatu yang bermanfaat based on pengamatan, perenungan dan pencaman tetapi belum menghasilkan metode ilmiah yang sistematik karena pengetahuan mereka masih bercampur dengan takhayul, kepercayaan dan filsafat.
Pengetahuan mereka belum bisa melepaskan dari rabaan - rabaan dan pengandaian yang tidak dapat dibuktikan dan penarikan kesimpulan tanpa pengetahuan yang bersifat empirik. Melainkan masih bersifat intuitif.
PENGUJIAN BERDASARKAN OBJEKTIFITAS PENGALAMAN [EMPIRIK] tidak terdapat dalam filsafat, melainkan terdapat dalam pengetahuan.
Filsafat --> Bersifat a Priori [sebelum pembuktian]
Pengetahuan --> Bersifat a Posteriori [setelah pembuktian]
Filsafat mungkin dapat melahirkan Ilmu Jiwa dan Ilmu Masyarakat. Namun filsafat berani terus berjalan meraba - raba saja di dalam kelam, sedangkan Pengetahuan berhenti di daerah yang tidak dikenalnya [Terrae Incognita] hal ini terjadi karena pengetahuan hanya menghendaki hal yang positif. Dugaan yang biasa dijadikan titik tolak di dalam filsafat dibuang dari pengetahuan kalau tidak lulus dalam ujian pengalaman selanjutnya.
RELEVANSI ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN
========================================RELEVANSI ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN
Kalau sebagian keyakinan ada yang mengatakan " Padamkan cahaya akal..... , Lalu Jauhkan kritikan .... , atau ada yang mengatakan Yakinlah... tanpa perlu diklarifikasi/diuji rasionalitasnya dan percayalah lalu pelajari... "
Sementara itu, Islam semula meletakkan keyakinannya atas dasar penglihatan, pengamatan dan pemikiran yang jernih bukan atas dasar pengekoran dan taklid. [Al-Assal dan Yusuf Al-Qhadrawi, 1990]
Islam dimulai dengan turunya satu ayat yang mengajarkan kita untuk berpikir cerdas dan jernih.
- Bacalah! [Ayat pertama yang diwahyukan, Surat Al - Alaq ayat 1]
- Perhatikanlah apa - apa yang ada di Bumi dan di Langit [Q.S Yunus 101]
- Janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui [Q.S. Al- Isra 36]
- Bertanyalah pada orang yg berpengetahuan bila kamu tidak mengetahui [Q.S. Al- Nahl ayat 43]
- Adakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang - orang yg tidak mengetahui [Al-Zumar ayat 9]
Di atas ialah, anjuran - anjuran kritis mendasar yang dianjurkan bagi kaum Muslmin dan Mukminin untuk mengenali diri sendiri dan keyakinannya baik untuk kebutuhan dunawi dan baik untuk kebutuhan ukhrawi.
``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
NAPAK TILAS GERAKAN MASSAL MELEK HURUF KAUM MUSLIMIN ERA RASULULLAH SEBAGAI LANGKAH AWAL MEMULIAKAN PERADABAN UMAT MANUSIA
Dalam bukunya yang sama, S. I. Poeradisastra menyebutkan bahwa pada zaman Rasulullah hidup, hanya terdapat 17 orang Quraisy yang mampu menulis dan membaca [tidak termasuk Rasulullah yang tuna aksara]. Atas dasar wahyu yang turun pertama kalinya yang berbunyi, Bacalah!
Rasulullah menyadari pentingnya untuk bisa mengeluarkan masyarakat dari kejahiliahan saat itu, berangkat dari hal tersebut Rasulullah menganjurkan sahabat dan pengikutnya untuk belajar membaca dan menulis [Aisyah, Zaid bin Tsabits dan Sahabat lainnya] agar belajar tulisan Ibrani dan Suryani. Langkah berikutnya ialah budak - budak belian yang bisa membaca dan menulis akan dimerdekakan bila berkenan mengajarkan 10 orang Muslim membaca dan menulis.
Inilah langkah mulia peristiwa besar dari mendorong kemajuan Peradaban yang lebih cerah dan lebih bermartabat dari sebelum - sebelumnya yang selanjutnya diteruskan oleh para Khulafaurrasyidin dan Khalifah gagah yang lainnya.
Hingga suatu saat lahirlah para Ilmuwan - ilmuwan muslim yang sangat hebat dan berkembangnya ilmu pengetahuan dengan gemilangnya.
Berikut ilmu - ilmu yang dilahirkan dari Rahim ISLAM;
1. Ilmu Pasti
2. Fisika
3. Kimia
4. Farmasi
5. Kedokteran
6. Hayati / Biologi
7. Ilmu Bintang
8. Ilmu bumi kian menjadi sangat lebih besar
Terdapat tokoh - tokoh Ilmuwan berpengaruh Islam yang sering tidak dikenalkan seperti;
1. Muhammad Ibn Musa al-Kwaraizmi [780 - 850] --> Sebagai Bapak Aljabar [Perintis]
Al - Khawarizmi membina Al Jabar yang telah dimulai oleh Diophantes [250 pra Masehi] dari Yunani.
Tulisan Diophantes yang masih kabur dibersihkan dari kesalahan - kesalahan dan selanjutnya dikembangkan. Selain itu, Al Khawarizmi telah memberikan beberapa rumus ilmu ukur; Segitiga dan Sistem Persepuluhan [Yg tidak dikenal oleh angka Romawi].
2. Abu Musa Jabir bin Hayyan [700-an] --> Sebagai Bapak Kimia.
M Natsir dalam S.I Poeradisastra mengutip perkataan Ibn Hayyan," Pendirian - pendirian yg berdasarkan 'kata si Anu' artinya perkataan yg tidak disertai bukti penyelidikan, tidak berharga di dalam ilmu kimia. Satu kaidah dalam ilmu kimia ini dengan tidak ada kecualinya ialah bahwa dalil yg tidak berdasarkan bukti yang benar harganya tidak lebih dari satu omongan yang boleh jadi benar boleh jadi keliru. Hanya bila seseorang memnbawakan keterangan dengan bukti nyata, menguatkan pendiriannya, barulah boleh berkata, 'pendirian Tuan dapat diterima' ".
Sesuai dengan pendiriannya itu, Ibn Hayyan banyak melakukan percobaan tentang Sublimasi, Pemerasan, Pembasmian, Pengasaman dan Penyulingan --> Perintis Empirisme [sebagai metodologi ilmiah], namun ia masih ada sisa - sisa sikap tidak ilmiah, misalnya kepercayaannya pada Astrologi.
3. Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Ar- Razi [Razes nama Baratnya] 866 M - 909 M --> Tokoh Kedokteran dan Ahli Kimia Besar.
Al - Fihrist mencatat 113 Karya Besar dan 28 Karya Kecilnya. Buku al - Hawi [Buku Menyeluruh] dianggap sebagi buku induk / rujukan bidang Kedokteran di seluruh dunia.
Ia adalah Penemu Air Raksa yang banyak digunakan di kedokteran, dan ia pula orang yang pertama kali mendiagnosis cacar dan membedakan cacar air [Variolla] dan cacar merah / api [varicella].
Ketika di Baghdad, ia ingin membangun Rumah Sakit Pusat, ar - Razi meminta tolong orang untuk menggantung daging segar di setiap daerahnya, dimana daging segar yang paling terakhir membusuk di sanalah di bangun RS tersebut.
4. Syekh Abu Ali al - Husaiyn Ibn Sina [Avicenna nama Baratnya] 900-an M --> Tokoh Besar Ilmuwan Kedokteran Muslim penerus Ar Razi.
Selain sebagai penerus Ar Razi, Ibn Sina ialah seorang Dokter besar muslim, Ahli Farmasi dan Ahli Musik.
Beliau adalah orang yg pertama kali mengungkapkan peranan udara dalam media penularan penyakit. Bukunya yang paling termasyhur ialah Al- Qanuun Fii Thibb [Buku Pedoman Kedokteran] --> Buku rujukan kedokteran untuk Muslim dan Eropa.
5. Ibn Qurrah [836 M - 901 M] -->
Ilmuwan besar Muslimin yang pertama kali membahas waktu orbit Matahari, Azzimut dari [ as - Summut = Puncak ketinggian matahari] dan lama tahun matahari [ 365 hari, 5 jam 49 menit dan 12 detik] berasal darinya.
6. Abu Raihan bin Ibn Ahmad Al - Biruni [972 M - 1051 M]
Seorang jenius dan juga besar di bidang ilmu alam dan filsafat. Bukunya yang terkenal [Al- Atsaru Al- Baqiyah Al Quruun Al Khailiyah].
Ia telah pula membahas tentang teori sinar, warna - warni [colorite] dan teori optika. Ia mengoreksi pendapat Euclides dan Ptolemaios yang keliru mengatakan bahwa benda menjadi terlihat karena mata memancarkan sinar kepada benda.
ia menegaskan, Justru sebaliknya. Benda jadi terlihat karena benda memantulkan sinar kepada mata. Dibahas pula teori pecahnya [refraction] sinar. Ia ialah seorang experimentalist yang tekun di bidang ilmu alam.
Sedikit diceritakan tentang tokoh - tokoh Islam yang menjadikan Islam sebagai KIBLATNYA ILMU PENGETAHUAN DUNIA kala itu.
Hal ini sebagai tanda, bagi peningkatan pengetahuan dan seterusnya.
Hingga akhirnya, pengembangan pembangunan Islam ini disempurnakan oleh kekuasaan Islam di Andalusia [Spanyol] dari 719 M sampai runtuhnya pada 1492 M di Granada.
Sumber:
S.I. Poeradisastra, 1987. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern. Jakarta; Komunitas Bambu.
Natta, Abudin. 2015. Studi Islam Komprehensif. Jakarta: Prenada Media.
==========================
Kepada Sang Pemilik Kekuasaan Penulis tunduk dan mohon ampunan bila ada keliru yang terbuat.
“Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii”
Wa Allahu A'lam bi al- Sawab.
=================================
Salam,
Dari Muridmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar