Jumat, 01 Desember 2017


BELAJAR dari Muhammad Yunnus



Sumber: www.google.com/muhammad_yunnus

Ketika melihat, screen wajah sang Ayah yang sangat mencintai anak - anaknya dari kejauhan dengan ikhtiarnya untuk mengembalikan kemuliaan manusia kembali dengan membumikan konsep abadinya yakni memanusiakan manusia melalui BISNIS SOSIAL. Dunia kini terasa menjadi semakin bergairah dan optimis dibuat olehnya.

Professor. Muhammad Yunnus, B.A., M.A., Ph.D nama lengkapnya ialah sosok panutan seorang Ayah bagi kami,  salah satu guru kehidupan semesta dan sekaligus pejuang kemanusiaan yang pada 2006 lalu mendapat gelar kehormatan Nobel perdamaian dunia dengan Grameen Bank-nya yang dianggap sangat berpengaruh pada pemberantasan kemiskinan di seluruh dunia yang menjadi isu penting sepanjang peradaban manusia. 


Prof. Muhammad Yunus ialah putra bangsa terbaik yang menjadi aset besar milik Negara Bangladesh, beliau dilahirkan pada 28 Juni 1940 di Desa Bathua Chittagong, Benggala Timur Bangladesh. Putra Bangladesh dari pasangan Haji Muhammad Dula Mia dan Sofia Khatun yang satu ini pernah menikmati proses tempaan yang memengaruhi jalan panjang cerita hidupnya mulai dari belajar di sekolah dasar Lambadzar, kemudian M. Yunus kecil selama tahun - tahun sekolahnya melewati hari - harinya dengan aktif sebagai pramuka yang berjiwa penjelajah.

Pada 1952 pergi ke Barat Pakistan dan India, dan pada 1955 pergi ke Eropa, Amerika Serikat dan Kanada lalu berlanjut pada 1959 menjelajah ke Filipina dan Jepang untuk mengikuti kegiatan jambore. Yang kemudian benturan - benturan kisah hidupnya semakin lengkap pasca diterimanya di Dhaka University, Bangladesh. Yang kemudian pada tahun berikutnya pasca kelulusannya, beliau menerima beasiswa Fulbright di Universitas Vanderbilt dengan fokusnya menggeluti bidang ilmu perekonomian. Hingga gelar Ph.D yang diraihnya pada 1969 mengantarkannya menjadi seorang asisten Professor ekonomi sejak 1969 - 1972 di Middle Tennesse State University, USA. Hingga kecintaan nasionalisme dan penghormatan dirinya pada negara yang menjadi tempat kelahirannya dan membesarkannya, kemudian membawa pulang kembali sang ekonom besar ini untuk pulang ke rumah yang mengenalkannya pada dunia yang sangat luas, untuk memimpin Departemen Ekonomi di Chittagong University, Bangladesh.

Fakta sejarah pun punya cerita, ternyata tidak semudah itu jalan yang dilalui oleh M. Yunnus untuk bisa kembali ke kampung halamannya tercinta. Sebab sejak dirinya mulai tumbuh besar, dilingkungannya telah terus berlangsungnya konflik internal Bangsa Bangladesh yang dimulai sejak runtuhnya kerajaan Inggris pada 1947. Dimana pada 1947 India melahirkan satu negara baru yakni Pakistan dengan dua bagian wilayahnnya; Zona Pakistan Barat dan Zona Pakistan Timur [mayoritas penduduk Benggala yang terintimidasi]. Pada tahun itulah tabuh genderang dimulai, yang mengawali konflik berkepanjangan ini, yang semuanya berawal dari kepentingan politik dunia Barat atas Bangladesh yang tidak ingin hilang dominasinya.


Dimana Benggala yang kala itu dibagi sebagai sebuah provinsi di Pakistan Barat yang kemudian dinamai sebagai Pakistan Timur. Dhaka dinyatakan sebagai Ibu kotanya. Meskipun memiliki sumber daya dan dominan demografis Pakistan Timur yang lebih memadai, struktur pemerintahan dan militer Pakistan sebagian besar didominasi oleh kelompok kelas atas Barat yang berkedudukan di Zona Pakistan Barat

Pemerintahan yang didominasi oleh kelas atas Barat ini, mengambil tindakan yang sangat disayangkan seperti diskriminasi keadilan ekonomi, politik, keamanan, dan sosial budaya, yang diperparah dengan menerapkan Bahasa Urdu sebagai satu -satunya bahasa resmi yang kemudian memicu ketidakpuasan besar - besaran di kalangan Pakistan Timur yang kemudian melahirkan ketegangan konflik antara Pakistan Timur dan Pakistan Barat. Tepat, pada 21 Februari 1952 Bangsa Pakistan Timur bersatu bangkit untuk memprotes keputusan ini, hingga pada suatu ketika aparat kepolisian menembakkan pelurunya kepada bangsa Pakistan Timur ini dan menewaskan beberapa siswa karena berjuang membela bahasa mereka. Perjuangan dari para martir ini yang pada akhirnya kini setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional.

Ketidakpeduliaan Barat terhadap isu dominasi Ekonomi dan Budaya ini pun mengakibatkan terkonsolidasinya  kekuatan politik di Pakistan Timur  dengan namanya yang kita kenal ialah Liga Awami sebagai suara politik yang dipimpin oleh Syekh Mujibburahman. Pada 7 Maret 1971 dalam pidatonya yang sangat berspirit di hadapan ratusan ribu bangsa Pakistan Timur, menyerukan persatuan dan bersiap siaga untuk melakukan perjuangan perlawanan habis - habisan atas pendudukan Pakistan demi pembebasan dan kemerdakaan sesungguhnya sebagai bangsa yang terhormat.  

Setelah banyak kerusuhan politik dan diskriminasi provinsi yang terjadi, akhirnya Syekh Mujibburahman memproklamirkan dan mengumumkan kemerdekaan Bangladesh sebelum ditangkap pada jam - jam awal pada 26 Maret 1971 oleh militer Pakistan. Presiden Yahya Khan dari Pakistan mengambil tindakan sewenang - wenang dengan melakukan operasi militer Search Light pada penduduk sipil Bangladesh yang tidak berdosa.

Pemerintah penyelamat Bangsa Bangladesh yg dibentuk oleh Liga Awami mengetahui ditangkapnya Syekh Mujibburahman, mengambil tindakan strategis dengan mengukuhkan Tajuddin Ahmad sebagai perdana menteri dan Syed Nazrul Islam sebagai Presiden Pelaksana pada 17 April 1971 untuk mengisi status quo

Sebuah kekuatan perlawanan yang dikenal sebagai Mukti Bahini (Freedom Fighter) dibentuk dari Pasukan Bangladesh (terdiri dari pasukan reguler Bengali) yang bersekutu dengan pejuang sipil. Dipimpin oleh Jenderal M. A. G. Osmani, Pasukan Bangladesh diorganisir menjadi sebelas sektor dan, sebagai bagian dari Mukti Bahini, melakukan perang gerilya besar-besaran melawan Angkatan Bersenjata Pakistan. Selama perang ini, seluruh dunia berduka karena harus menyaksikan peristiwa genosida Bangladesh 1971, di mana Angkatan Darat Pakistan dan milisi religius sekutunya melakukan penghilangan skala luas warga sipil, intelektual, pemuda, pelajar, politisi, aktivis, dan minoritas agama Bengali.

Di tengah pengorbanan jiwa-jiwa Bangladesh yang tak terhitung jumlahnya, Angkatan Darat Pakistan akhirnya menyerah kepada Pasukan Sekutu Bangladesh-India pada tanggal 16 Desember 1971. Perang Pembebasan Bangladesh selama sembilan bulan telah dimenangkan pada hari itu. Dan Bangladesh, dengan banyak janji dan harapan, memulai perjalanannya yang mulia


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERAN STRATEGIS MUHAMMAD YUNNUS


Image result for diplomatik muhammad yunus peraih nobel kepada ASSemasa Muhammad Yunnus belajar [kuliah] dan mengumpulkan pengetahuan di Middle Tenese State University, USA. Beberapa literatur mengatakan Yunus adalah seorang pembelajar ambisius yang merasa canggung terhadap wanita berkaitan dengan asmaranya, hingga pada suatu ketika dikenalkan oleh temannya dan menikah dengan wanita berkebangsaan Rusia yang sedang mengakhiri studinya S.2 Sastra di kampus dimana Muhammad Yunus Mengajar yang bernama Vera Vorostenko dan membangun rumah tangganya yang damai di sana meskipun hanya berumur pendek.

Pada 1971, Yunus mendengar kabar tidak menyenangkan dari kampung halamannya bahwa Pakistan Timur yang mayoritas ialah penduduk bangladesh diserang dan ditekan untuk menyerah oleh Pakistan Barat atas upaya gerakan kemerdakaan yang diperjuangkan oleh Pakistan Timur. Pakistan Timur pun melakukan perlawanan yang heroik di internal Negara Pakistan dan banyak terjadi peristiwa pertumpahan darah yang mengerikan.

Muhammad Yunnus yang mengetahui situasi yang bergejolak di sana, maka bersama 6 kawannya dari Pakistan Timur cepat tanggap melakukan upaya diplomatik di Washington DC, Amerika Serikat dan melakukan upaya - upaya lobi secara massif pada media pers dan duta - duta besar Negara dari seluruh dunia untuk mendukung kemerdekaan Bangladesh secara de facto dan de jure yang mayoritas penduduknya berasal dari penduduk Benggala / Bangsa penduduk lama.

Peristiwa yang menjadi luka bersama di tanah Pakistan pada 1971 ini, mengorbankan melayangnya 3 juta jiwa dan mengungsinya 10 juta penduduk ke India dengan diraihnya kemerdekaan bangsa Benggala yang kemudian membentuk negara yang bernama Bangladesh atas intimidasi Pakistan Barat sebagai afilasi kaki tangan Barat.


Perjuangan pun tak kunjung usai sampai di situ.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERJUANGAN YUNNUS PASCA DIRAIHNYA KEMERDEKAAN BANGLADESH SECARA MUTLAK DI BIDANG EKONOMI DAN KESEHATAN 


Image result for Muhammad Yunus kreditur bagi miskinSebagai bangsa yang baru saja merdeka, Bangladesh disibukkan dalam upaya rekonsiliasi dan rekonstruksi penguatan sistem kelembagaan pemerintahannya yang partisipatif dan responsif ; brainware, hardware dan software. Kondisi yang berantakkan merupakan suatu hal yang sangat wajar adanya, dimana semua pasang mata menyaksikan dan berusaha untuk saling menguatkan bahu - membahu membangun negara yang dicintainya ini, Bangladesh dari nol dengan spirit api yang membara sebagi bangsa yang ingin benar - benar merdeka.

Tak dapat dipungkiri, sebagai negara yang baru dibentuk dan baru merayap membangun ditambah beban traumatik pasca perang saudara yang terjadi menjadi challenge yang dihadapi Bangsa Bangladesh pada akhir 1971. Perekonomian yang lemah sehingga menimbulkan kemiskinan yang menjamur dimana - mana merupakan suatu kisah tragis yang benar adanya kala itu. Kemiskinan, Pengangguran, kelaparan, sulitnya akses terhadap air bersih, kesehatan yang buruk dengan diperparah oleh gizi buruk yang berkepanjangan menjadi kesangsian yang dilalui bangsa Bangladesh menuju kehormatan bangsanya di kemudian hari saat ini.

Yunnus sebagai tokoh ilmuwan yang disegani, berusaha untuk membuat perbaikan komprehensif secara bertahap untuk Bangladesh diawali dengan masuknya dirinya di Komisi Perencanaan Pembangunan Nasional Bangladesh kala itu namun karena ia tidak mendapat posisi yang strategis, akhirnya ia tidak dapat berbuat banyak di lembaga yang bersangkutan untuk mengabdikan dirinya lebih pada negara tercintanya, Bangladesh.

Meskipun tidak mendapat posisi strategis, beliau ikhlas dan terus menyampaikan usulan - usulan gagasan solutifnya untuk perencanaan pembangunan nasional di Bangladesh, adapun tidak bisa berbuat banyak karena persoalan kewenangan, lantas baginya itu tidak berpengaruh sedikit pun dan membuat sang creator ini patah surut semangat dan lantas berdiam diri melihat banyaknya air mata silih berjatuhan yang disaksikannya, sebab situasi pelik sangat kompleksnya masalah yang dihadapi bangsanya; Kemiskinan, kelaparan, sulitnya akses terhadap air bersih dan gizi buruk yang merajalela. Beliau menahan tangis, perih  bercampur amarah dalam diri yang ditahan dan merenung di setiap malam.

Hingga pagi hari, ketika dirinya sedang berjalan menuju suatu tempat. Beliau menemukan seorang pemulung yang ia ketahui ialah saudara sebangsanya [Bangladesh] yang hampir mati kelaparan karena kehinaan dari kaca mata sosial yang tidak diinginkan oleh siapa pun menimpa dirinya. Muhammad Yunus pun, datang menghampiri dan berdialog dengannya dengan lembut menanyakan masalah yang dihadapinya yang pelik ini dan siap mendengarkan keluh kesahnya.

Setelah diketahui masalah yang dihadapinya, Muhammad Yunnus pun memberikan uang tunai padanya untuk sekedar bisa membeli makanan beberapa hari ke depan. Tiba pulang di rumah, Yunus merenungkan segmentasi peristiwa yang ia alami tadi pagi. Seketika beliau mendapatkan sebuah ide yang cukup gila bagi orang - orang normal pada umumnya mungkin.

Di awali dengan dirinya mulai meminjamkan uang pribadinya kepada para pemulung di sekitar kediamannya dengan bunga 0% tanpa jaminan apapun dan mekanisme pengembalian melalui cicil secara kolektif yang didasari atas trust yang tinggi, didapatkan 9 saudara sebangsa Bangladesh dengan aktifitasnya yang semula memulung, beralih aktifitas untuk menjual suatu produk / makanan siap saji. Alasan semula mengapa beliau mengambil tindakan spektakuler seperti itu, sederhana sekali argumentasinya yakni didasari keyakinan dirinya atas keinginan setiap orang yang lemah untuk memperbaiki kehidupannya dan lingkungan sekitar yang tentu hampir dipastikan ingin mendukungnya semampunya. Beberapa waktu Prof Yunnus pun mengamati aktifitas ini secara teliti, di luar prediksi dirinya, ternyata kelancaran pengembaliannya pun hampir menyentuh angka 100%, maka Yunnus menyadari ini ialah suatu hal yang sangat penting untuk kita perjuangkan yakni bagaimana menciptakan perbankan untuk kaum miskin / yang kurang beruntung di Bangladesh kala itu sebagai apa yang kita sebut dengan BISNIS SOSIAL dalam rangka perwujudan kesalaehan sosial. 

Bermodal idelisme yang kokoh, beliau mendesain konsep rencana untuk membangun BISNIS SOSIAL ini , dengan menciptakan pola pengendalian dan bagaimana agar para peminjam yang notabenenya berangkat dari kelas tidak mampu bisa untuk meminjam modal untuknya berusaha. Dalam perjalanannya ini, beliau dihujani banyak kritikan destruktif atas pemikirannya, sang creator hebat tetap tegar pada pendiriannya dan berusaha keras untuk bagaimana mencarikan kreditur yang mau meminjamkan uang / modal kepada nasabah tanpa adanya jaminan yang perlu diberikan, dan pembayarannya dicicil dengan dipikul secara kolektif bersama - sama dengan bunga yang sangat - sangat rendah sekali.

Asumsinya, bila ada jaminan maka nasabah [kaum papa] tidak akan sanggup meminjamnya karena tidak punya jaminan apapun selain komitmen janji rasa kepercayaan antar sesama yang diikrarkan.

Melalui berbagai upaya yang ditempuhnya Muhammad Yunnus mendapatkan mitra kreditur yang berkenan bekerja sama dalam bisnis sosial ini saat itu, Perusahaan Minuman Yogurt sebut saja namanya, meski hanya baru berkutat dalam skala yang terbatas. Hal ini dimaksimalkan oleh Yunnus untuk menjadikannya cikal bakal Grameen Bank yang menjadi institusi pengelolanya. Selain itu diawal bekerja sama dengan Yoghurt, diketahui bahwa terjadi krisis makanan yang bergizi sehingga menimbulkan gizi buruk yang sangat luas. Yunnus pun berpikir untuk memfortifikasi/menambah zat gizi di dalam minuman Yoghurt yang kemudian dibagikan gratis pada anak - anak Bangladesh untuk memenuhi kecukupan gizi mikronya dan selama 9 tahun kemudian menunjukkan  hasil yang sangat memuaskan atas upaya cerdas itu yang terbukti mampu menekan kematian akibat gizi buruk yang mestinya menjadi beban dan yang harus dihadapi oleh Bangladesh saat itu.

Hingga akhirnya, Grameen Bank melakukan ekspansi dan bekerja sama dengan Danone Group untuk melakukan upaya yang memberikan manfaat lebih luas lagi bagi masyarakat Bangladesh khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
#Fyi.
Konten diadopsi dari berbagai referensi yang mungkin terdapat kekeliruan dan salah tafsir.


Semoga bermanfaat. dan segera lahir Muhammad Yunnus Muhammad Yunnus lainnya.


Wa Allahu A'lam bi al-Sawab

Kepada-Mu kami berlindung. 


Salam,








Referensi: 


Banker to the Poor: The Autobiography of Muhammad Yunus, Founder of Grameen Bank, by Muhammad Yunus, Oxford University Press, ISBN 0-19-579537-7


https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/peace/laureates/2006/yunus-bio.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yunus

https://www.nelsonmandela.org/images/uploads/Yunus_Bio_LT.pdf

http://visitbangladesh.gov.bd/about-bangladesh/history-of-bangladesh/

https://www.youtube.com/watch?v=P0djA0eST7E, Muhammad Yunus - Berpikir kecil, jangan jadi budak aturan. 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar