Kamis, 07 Desember 2017


Telaah Kritis Permenkes No 53 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Permenkes No. 40 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan  Masyarakat yang dialihkan untuk BPJS Kesehatan yang kau sayang

==========================================

Kita semua menyadari dan memiliki keyakinan yang sangat kuat, setiap orang selalu menginginkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu negara - negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa - Bangsa turut berpartisipasi mendesain konsep paradigma pembangunan komprehensif yang berkelanjutan [SDG's] pada 2015 - 2030 dengan 17 Tujuan, 169 target dan 241 indikator yang direncanakan untuk kemudian harapannya bisa diterapkan di masing - masing negara sebagai upaya menjamin masa depan dunia dan umat manusia yang lebih baik sebagai kelanjutan dari MDG's, yang dahulu hanya berfokus pada isu pembangunan di negara low and middle income countries saja sejak 2000 - 2015.

Indeks Pembangunan Manusia sebagai produk United Nation Development Programme [UNDP] menjadi garda terdepan alat ukur yang efektif dan efisien atas keberhasilan pembangunan di setiap tatanan kehidupan; kesehatan, pendidikan  dan kesejahteraan ekonomi merupakan pilar pembangunan manusia yang paling kokoh sejauh ini. Kita yakin, 2 pilar kokoh yang lain tidak dapat dicapai tanpa adanya kesadaran untuk mewujudkan kesehatan yang baik bagi setiap orang yang seharusnya didapatkan secara mudah dan murah.

Dalam hal ini, kami menyoroti secara seksama dan mengapresiasi pada poin 3 dari SDG's dengan Isu yang dibawa ialah Good Health and Well Being, yang mana pada isu tersebut menekankan pentingnya kesehatan sebagai modal pembangunan global yang responsif dan partisipatif yang harus mendapatkan perhatian sangat serius dari semua pihak.

SDG's menjadi referensi penting yang dipertimbangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam merencanakan pembangunan berkelanjutan, yang mana rencana aksi pembangunan tahun berjalan saat diterbitkannya SDG's kala itu oleh PBB pada 2015, Indonesia masih merujuk pada Nawa Cita Bapak Presiden - Wakil Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla yang secara spiritnya selaras dengan SDG's, yang kemudian pada tahun berikutnya diselaraskan antara implementatif Nawa Cita dan SDG's melalui diterbitkannya Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen politik yang adekuat. 

Nawa Cita dengan 9 Agenda Prioritas Pembangunan yang terdiri dari;

1. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap Bangsa, dan memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Membuat Pemerintah tidak absen dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

3. Membangun Indonesia dari Pinggiran, dengan memperkuat daerah - daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem, dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

6. Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di Pasar Internasional.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dan menggerakkan sektor - sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter Bangsa.

9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial di Indonesia.

Mengandung spirit api yang menyala untuk memperbaiki kondisi bangsa ke arah yang jauh lebih baik lagi, kesembilan agenda tersebut sejatinya terangkum dalam poin 5 sebagai indikator keberhasilan IPM, yakni upaya sadar terencana, tersutruktur dan sistematis serta berkelanjutan secara terus - menerus untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia seutuhnya. Adapun untuk mendukung pencapaian yang maksimal dari poin 5 ini diperlukan 3 pilar yang super kokoh untuk mendukungnya; Indonesia Sehat, Indonesia Pintar dan Indonesia Sejahtera.

Indonesia Sehat hanyalah dapat dicapai dengan maksimal, bilamana didukung oleh 3 pilar sakti yang menopangnya pula; pertama Pemerintah wajib mengupayakan pengarusutamaan pada paradigma sehat sebagai orientasi pembangunan kesehatan dan pembangunan nasional secara umumnya, kedua melakukan upaya penataan dan penguatan sistem pelayanan kesehatan dan ketiga menerapkan program Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] sebagai upaya perwujudan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Menurut data yang dirilis dari Kementerian Keuangan, sejak 2010 hingga 2015 bahwasanya tren anggaran bidang kesehatan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hingga pada 2017 Anggaran kesehatan tetap dijaga di angka 5% dari total APBN 2017, dengan fokusnya untuk memperkuat upaya promotif dan preventif sebagai basis framework paradigma sehat, serta meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang mana kala itu Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang melakukan penyesuaian alokasi belanja APBN secara ketat yang efektif, efisien dengan prinsip skala prioritas yang tepat sasaran dan tepat guna. 

Gairah spirit dan komitmen politik Jokowi - JK bagi Bangsa Indonesia menuju Indonesia Sehat yang dikuatkan dengan komitmennya sejak 2017 lalu, dengan mengedepankan Upaya Promotif dan Preventif dalam pembangunan kesehatan dan pembangunan nasional, kini sangat disayangkan perjuangan itu mulai meredup dengan menghadapi salah satu batu sandungan besar di depan pasang mata yang kita saksikan bersama atas diterbitkannya Permenkes No. 53 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 40 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat. 

Selengkapnya atas Permenkes yang dimaksud.  
; http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._53_ttg_JUKNIS_Penggunaan_Pajak_Rokok_Untuk_Pendanaan_Kesehatan_Masyarakat_.pdf


Terbitnya Permenkes ini memberikan sinyal kuat, telah ditarik mundur kembali paradigma sehat kita, yang mana menjadi sakit lagi paradigma [kuratif] pembangunan kesehatan nasional kita ke depan. Disebutkan secara tegas dalam pasal di Permenkes No. 53 tahun 2017 tersebut, sebesar 75% dana pajak rokok akan dialokasikan untuk menolong Program JKN sebagai basis Upaya Kesehatan Perorangan [UKP] yang sedang terjepit kemelut defisit sebesar Rp 9 Triliun, yang mana kami sangat yakin hal itu terjadi dikarenakan ketidakadekuatnya sistem yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan itu sendiri, sehingga dana Upaya Kesehatan Masyarakat [UKM] sebagai sumber daya implementasi paradigma sehat melalui upaya promotif dan preventif yang memang sejauh ini sedikit alokasinya pun harus dirampas pula untuk menutupnya. Kami sangat menyayangkan atas hal ini, yang kemudian kekhawatiran kami semakin hampir tak terbendung dimana nasib kesehatan ke depan akan berdampak luas pada lemahnya UKM di negeri tercinta ini, yang kiranya akan berkonstelasi pada derajat kesehatan masyarakat itu sendiri nantinya yang mana kita persiapkan untuk menghadapi tantangan Bonus Demografi 2035 menuju Indonesia sebagai Negara Maju. 

Untuk meredam kegelisahan ini, penulis berharap dengan hormat kiranya. Semua pihak menahan diri, dan tetap berkepala dingin yang mana tetap tegas dengan posisi sikap kita untuk memohon dengan hormat kepada Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk kembali mempertimbangkan kebijakan yang sangat kami sayangkan ini dengan lebih matang. 

Bilamana terjadi kekeliruan dalam tulisan ini, kepada Pemilik Bumi dan Isinya Penulis memohon ampunan atas segala kebodohan kehinaan dan kepada pembaca [blog lovers] bisa menghubungi lebih lanjut di 0857 - 1495 -8475. 

Salam

=====================================

Referensi:

BAPPENAS. 2008. "Lets Speak Out For MDG's, konten diakses pada 6 Desember 2017 dari https://www.bappenas.go.id/files/2113/5230/0886/english__20081123051012__976__1.pdf   

PERPUSNAS. 2016. "Sosialisasi Sustainable Development Goals di Perpustakaan", konten diakses pada 04 Desember 2017 dari http://ipi.perpusnas.go.id/wp-content/uploads/2017/02/Sosialisasi-sustainable-developtment-goals-sdgs-implementasi-di-perpustakaan.pdf

SETKAB. 2017. Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.

United Nation Development Programme Indonesia. 2015. "Konvergensi Agenda Pembangunan ; Nawa Cita, RPJMN dan SDG's" konten diakses pada 05 Desember 2017 dari http://www.id.undp.org/content/dam/indonesia/2015/doc/publication/ConvFinal-Id.pdf?download

Kemendagri. 2017. "JENDELA ; Prioritas Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017" Konten diakses pada 04 Desember 2017 dari http://www.bangda.kemendagri.go.id/bangda/pdf/20160726103528_MEI2016.pdf

BAPPENAS. 2017. "Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi kegiatan Pembangunan Berkelanjutan". Konten diakses pada 05 Desember 2017 dari http://www.un.or.id/component/bdthemes_shortcodes/?view=download&id=fd0e6c8848ad8e5f5f3f40a957dd0b

Kementerian Keuangan. 2016. "Tren Alokasi Anggaran Kesehatan Indonesia 2010 - 2015" Konten diakses pada 05 Desember 2017 dari http://www.anggaran.depkeu.go.id/dja/athumbs/apbn/KESEHATAN1.pdf


Kementerian Keuangan. 2017. "Informasi APBN 2017" Konten diakses pada 05 Desember 2017 dari http://www.anggaran.depkeu.go.id/content/publikasi/2016%20BIB%202017.pdf

Rusady, Maya, 2017. "Peranan BPJS Kesehatan dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan" konten diakses saat agenda Rakerkesnas pada 01 Maret 2017.

Kementerian Kesehatan. 2015. 'Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015 - 2019" Konten diakses pada 06 Desember 2017 dari http://www.depkes.go.id/resources/download/info-publik/Renstra-2015.pdf

Green, W Lawrence dan Judith M. Ottoson, 2006 "A Framework for Planning Evaluation: PRECEDE - PROCEED Evolution and Application of the Model. Bahan Kuliah diakses dari pihak yang bersangkutan pada 2017.

The Center for the Advancement of Community Based Public Health, 2000. "An Evaluation Framework for Community Health Programs" Bahan Kuliah diakses dari pihak yang bersangkutan pada 2017.

Kementerian Keuangan. 2017. "Advertorial APBN 2018" Konten diakses pada 05 Desember 2017 dari http://www.anggaran.depkeu.go.id/content/publikasi/Advertorial%20RAPBN%202018.pdf











Minggu, 03 Desember 2017

Physical In-FACTivity Problem

Tugas yang dirindukan mahasiswa.
Hehehe :D
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nama                 M. Fajarun. Amin
Semester            Lima jalan
Peminatan         Manajemen Pelayanan Kesehatan [AKK]
Mata Kuliah      Pengembangan Media Promosi Kesehatan


Outline kali ini bakal kita bikin jadi, 3 section lhoo.

1. Poster yang terilhami dari GERMAS

2. Enggel - enggel foto yang dijepret yang tentunya masih ada kaitannya dengan GERMAS, sist gan.

3. Deskripsi ringan keknya deh.


Check-in ajaa guys!


======================================================================
TUGAS PERTAMA




BIKIN POSTER

Ya itu udah, disini terpampang suatu poster minimalis yang punya pesan simbolik / himbauan bagi kita semua untuk mengajak NusantaRun bareng, realisasinya kapan. Tunggu aja

KITA, GERMAS-kan Masyarakat dan kita MASYARAKATKAN germas ini. Yuk



======================================================================
TUGAS KEDUA







Nah. Sudahlah. Tidak cukup keren untuk diriyakan.

#FYI

Ini foto yang dipaksakan, semoga dapet key concern pesannya yap blog lovers hehe


======================================================================
TUGAS KETIGA -- Deskripsikan dengan EFISIEN


HMM.. Baik lah.

Semula semua diawali dari Bismillah terlebih dahulu biar barokah yak, gan sist HE3H3H3.....


WHO / World Health Organization bilang dalam http://www.who.int/dietphysicalactivity/factsheet_inactivity/en/ pada 2008 mengatakan, "secara global, orang dewasa sebanyak 31% [28% Pria dan 34% Wanita] memiliki kebiasaan pola hidup mager / bekennya Physical inactivity yang berusia 15 tahun ke atas. Padahal setiap tahun, terjadi kematian yang dramatis sekitar 3,2 juta yang disebabkan oleh aktifitas fisik yang dihemat untuk diaktifitaskan lhooo....


Di website itu juga dijelasin nih, apa - apa ajaa si yang nyebabin pada mager aktifitas fisik?

kalo kepo banget, ini link selengkapnya http://www.who.int/dietphysicalactivity/factsheet_inactivity/en/


Yang iya sih,
Ada Faktor Internal dan Faktor Eksternal

kalo Faktor Internal

1. Kurangnya niat memanfaatkan waktu senggang untuk aktifitas fisik / olah raga.

yang mungkin disebabin ini misalnya, 

Transisi moda transportasi, yang dari aktif ke pasif. Maksudnya si, semua apa - apa jaman now serba di adain. Kayak mau makan bisa diorderin ajaa langsung dan sampe deh. Dan dua tiga empat seterusnya lain hal hehe


Kalo Faktor Eksternal

1. Peningkatan arus urbanisasi yang ngakibatin, Transisi tata dan norma lingkungan sosial yang ada.

Misal;

- Kekerasan

- Lalu lintas padat

- Kualitas udara rendah, polusi

- Kurangnya taman, trotoar dan fasilitas olah raga / rekreasi.

- Kebijakan berbasis populasi, multi-sektoral, multi-disiplin, dan budaya perlu diimplementasikan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik secara global.

Atas hal ini, maka pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan membuat suatu program unggulan yang disesuaikan dengan perdinamikaan isu yang ada yakni GERMAS / Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Banyak banget, penjelasan dan yang berkaitan dengan GERMAS.

Selengkapnya cek ajaa di sini yak hehehe http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16111500002


Ayo GERMAS-kan masnya itu mbak! embak juga ehehehe


#Ciyeee yg minta di tag. @uinpraktik
#wkwkwBidong


===============================
Sehat semua keluargaku, Kamu, Indonesiaku.

Jumat, 01 Desember 2017


BELAJAR dari Muhammad Yunnus



Sumber: www.google.com/muhammad_yunnus

Ketika melihat, screen wajah sang Ayah yang sangat mencintai anak - anaknya dari kejauhan dengan ikhtiarnya untuk mengembalikan kemuliaan manusia kembali dengan membumikan konsep abadinya yakni memanusiakan manusia melalui BISNIS SOSIAL. Dunia kini terasa menjadi semakin bergairah dan optimis dibuat olehnya.

Professor. Muhammad Yunnus, B.A., M.A., Ph.D nama lengkapnya ialah sosok panutan seorang Ayah bagi kami,  salah satu guru kehidupan semesta dan sekaligus pejuang kemanusiaan yang pada 2006 lalu mendapat gelar kehormatan Nobel perdamaian dunia dengan Grameen Bank-nya yang dianggap sangat berpengaruh pada pemberantasan kemiskinan di seluruh dunia yang menjadi isu penting sepanjang peradaban manusia. 


Prof. Muhammad Yunus ialah putra bangsa terbaik yang menjadi aset besar milik Negara Bangladesh, beliau dilahirkan pada 28 Juni 1940 di Desa Bathua Chittagong, Benggala Timur Bangladesh. Putra Bangladesh dari pasangan Haji Muhammad Dula Mia dan Sofia Khatun yang satu ini pernah menikmati proses tempaan yang memengaruhi jalan panjang cerita hidupnya mulai dari belajar di sekolah dasar Lambadzar, kemudian M. Yunus kecil selama tahun - tahun sekolahnya melewati hari - harinya dengan aktif sebagai pramuka yang berjiwa penjelajah.

Pada 1952 pergi ke Barat Pakistan dan India, dan pada 1955 pergi ke Eropa, Amerika Serikat dan Kanada lalu berlanjut pada 1959 menjelajah ke Filipina dan Jepang untuk mengikuti kegiatan jambore. Yang kemudian benturan - benturan kisah hidupnya semakin lengkap pasca diterimanya di Dhaka University, Bangladesh. Yang kemudian pada tahun berikutnya pasca kelulusannya, beliau menerima beasiswa Fulbright di Universitas Vanderbilt dengan fokusnya menggeluti bidang ilmu perekonomian. Hingga gelar Ph.D yang diraihnya pada 1969 mengantarkannya menjadi seorang asisten Professor ekonomi sejak 1969 - 1972 di Middle Tennesse State University, USA. Hingga kecintaan nasionalisme dan penghormatan dirinya pada negara yang menjadi tempat kelahirannya dan membesarkannya, kemudian membawa pulang kembali sang ekonom besar ini untuk pulang ke rumah yang mengenalkannya pada dunia yang sangat luas, untuk memimpin Departemen Ekonomi di Chittagong University, Bangladesh.

Fakta sejarah pun punya cerita, ternyata tidak semudah itu jalan yang dilalui oleh M. Yunnus untuk bisa kembali ke kampung halamannya tercinta. Sebab sejak dirinya mulai tumbuh besar, dilingkungannya telah terus berlangsungnya konflik internal Bangsa Bangladesh yang dimulai sejak runtuhnya kerajaan Inggris pada 1947. Dimana pada 1947 India melahirkan satu negara baru yakni Pakistan dengan dua bagian wilayahnnya; Zona Pakistan Barat dan Zona Pakistan Timur [mayoritas penduduk Benggala yang terintimidasi]. Pada tahun itulah tabuh genderang dimulai, yang mengawali konflik berkepanjangan ini, yang semuanya berawal dari kepentingan politik dunia Barat atas Bangladesh yang tidak ingin hilang dominasinya.


Dimana Benggala yang kala itu dibagi sebagai sebuah provinsi di Pakistan Barat yang kemudian dinamai sebagai Pakistan Timur. Dhaka dinyatakan sebagai Ibu kotanya. Meskipun memiliki sumber daya dan dominan demografis Pakistan Timur yang lebih memadai, struktur pemerintahan dan militer Pakistan sebagian besar didominasi oleh kelompok kelas atas Barat yang berkedudukan di Zona Pakistan Barat

Pemerintahan yang didominasi oleh kelas atas Barat ini, mengambil tindakan yang sangat disayangkan seperti diskriminasi keadilan ekonomi, politik, keamanan, dan sosial budaya, yang diperparah dengan menerapkan Bahasa Urdu sebagai satu -satunya bahasa resmi yang kemudian memicu ketidakpuasan besar - besaran di kalangan Pakistan Timur yang kemudian melahirkan ketegangan konflik antara Pakistan Timur dan Pakistan Barat. Tepat, pada 21 Februari 1952 Bangsa Pakistan Timur bersatu bangkit untuk memprotes keputusan ini, hingga pada suatu ketika aparat kepolisian menembakkan pelurunya kepada bangsa Pakistan Timur ini dan menewaskan beberapa siswa karena berjuang membela bahasa mereka. Perjuangan dari para martir ini yang pada akhirnya kini setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional.

Ketidakpeduliaan Barat terhadap isu dominasi Ekonomi dan Budaya ini pun mengakibatkan terkonsolidasinya  kekuatan politik di Pakistan Timur  dengan namanya yang kita kenal ialah Liga Awami sebagai suara politik yang dipimpin oleh Syekh Mujibburahman. Pada 7 Maret 1971 dalam pidatonya yang sangat berspirit di hadapan ratusan ribu bangsa Pakistan Timur, menyerukan persatuan dan bersiap siaga untuk melakukan perjuangan perlawanan habis - habisan atas pendudukan Pakistan demi pembebasan dan kemerdakaan sesungguhnya sebagai bangsa yang terhormat.  

Setelah banyak kerusuhan politik dan diskriminasi provinsi yang terjadi, akhirnya Syekh Mujibburahman memproklamirkan dan mengumumkan kemerdekaan Bangladesh sebelum ditangkap pada jam - jam awal pada 26 Maret 1971 oleh militer Pakistan. Presiden Yahya Khan dari Pakistan mengambil tindakan sewenang - wenang dengan melakukan operasi militer Search Light pada penduduk sipil Bangladesh yang tidak berdosa.

Pemerintah penyelamat Bangsa Bangladesh yg dibentuk oleh Liga Awami mengetahui ditangkapnya Syekh Mujibburahman, mengambil tindakan strategis dengan mengukuhkan Tajuddin Ahmad sebagai perdana menteri dan Syed Nazrul Islam sebagai Presiden Pelaksana pada 17 April 1971 untuk mengisi status quo

Sebuah kekuatan perlawanan yang dikenal sebagai Mukti Bahini (Freedom Fighter) dibentuk dari Pasukan Bangladesh (terdiri dari pasukan reguler Bengali) yang bersekutu dengan pejuang sipil. Dipimpin oleh Jenderal M. A. G. Osmani, Pasukan Bangladesh diorganisir menjadi sebelas sektor dan, sebagai bagian dari Mukti Bahini, melakukan perang gerilya besar-besaran melawan Angkatan Bersenjata Pakistan. Selama perang ini, seluruh dunia berduka karena harus menyaksikan peristiwa genosida Bangladesh 1971, di mana Angkatan Darat Pakistan dan milisi religius sekutunya melakukan penghilangan skala luas warga sipil, intelektual, pemuda, pelajar, politisi, aktivis, dan minoritas agama Bengali.

Di tengah pengorbanan jiwa-jiwa Bangladesh yang tak terhitung jumlahnya, Angkatan Darat Pakistan akhirnya menyerah kepada Pasukan Sekutu Bangladesh-India pada tanggal 16 Desember 1971. Perang Pembebasan Bangladesh selama sembilan bulan telah dimenangkan pada hari itu. Dan Bangladesh, dengan banyak janji dan harapan, memulai perjalanannya yang mulia


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERAN STRATEGIS MUHAMMAD YUNNUS


Image result for diplomatik muhammad yunus peraih nobel kepada ASSemasa Muhammad Yunnus belajar [kuliah] dan mengumpulkan pengetahuan di Middle Tenese State University, USA. Beberapa literatur mengatakan Yunus adalah seorang pembelajar ambisius yang merasa canggung terhadap wanita berkaitan dengan asmaranya, hingga pada suatu ketika dikenalkan oleh temannya dan menikah dengan wanita berkebangsaan Rusia yang sedang mengakhiri studinya S.2 Sastra di kampus dimana Muhammad Yunus Mengajar yang bernama Vera Vorostenko dan membangun rumah tangganya yang damai di sana meskipun hanya berumur pendek.

Pada 1971, Yunus mendengar kabar tidak menyenangkan dari kampung halamannya bahwa Pakistan Timur yang mayoritas ialah penduduk bangladesh diserang dan ditekan untuk menyerah oleh Pakistan Barat atas upaya gerakan kemerdakaan yang diperjuangkan oleh Pakistan Timur. Pakistan Timur pun melakukan perlawanan yang heroik di internal Negara Pakistan dan banyak terjadi peristiwa pertumpahan darah yang mengerikan.

Muhammad Yunnus yang mengetahui situasi yang bergejolak di sana, maka bersama 6 kawannya dari Pakistan Timur cepat tanggap melakukan upaya diplomatik di Washington DC, Amerika Serikat dan melakukan upaya - upaya lobi secara massif pada media pers dan duta - duta besar Negara dari seluruh dunia untuk mendukung kemerdekaan Bangladesh secara de facto dan de jure yang mayoritas penduduknya berasal dari penduduk Benggala / Bangsa penduduk lama.

Peristiwa yang menjadi luka bersama di tanah Pakistan pada 1971 ini, mengorbankan melayangnya 3 juta jiwa dan mengungsinya 10 juta penduduk ke India dengan diraihnya kemerdekaan bangsa Benggala yang kemudian membentuk negara yang bernama Bangladesh atas intimidasi Pakistan Barat sebagai afilasi kaki tangan Barat.


Perjuangan pun tak kunjung usai sampai di situ.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
PERJUANGAN YUNNUS PASCA DIRAIHNYA KEMERDEKAAN BANGLADESH SECARA MUTLAK DI BIDANG EKONOMI DAN KESEHATAN 


Image result for Muhammad Yunus kreditur bagi miskinSebagai bangsa yang baru saja merdeka, Bangladesh disibukkan dalam upaya rekonsiliasi dan rekonstruksi penguatan sistem kelembagaan pemerintahannya yang partisipatif dan responsif ; brainware, hardware dan software. Kondisi yang berantakkan merupakan suatu hal yang sangat wajar adanya, dimana semua pasang mata menyaksikan dan berusaha untuk saling menguatkan bahu - membahu membangun negara yang dicintainya ini, Bangladesh dari nol dengan spirit api yang membara sebagi bangsa yang ingin benar - benar merdeka.

Tak dapat dipungkiri, sebagai negara yang baru dibentuk dan baru merayap membangun ditambah beban traumatik pasca perang saudara yang terjadi menjadi challenge yang dihadapi Bangsa Bangladesh pada akhir 1971. Perekonomian yang lemah sehingga menimbulkan kemiskinan yang menjamur dimana - mana merupakan suatu kisah tragis yang benar adanya kala itu. Kemiskinan, Pengangguran, kelaparan, sulitnya akses terhadap air bersih, kesehatan yang buruk dengan diperparah oleh gizi buruk yang berkepanjangan menjadi kesangsian yang dilalui bangsa Bangladesh menuju kehormatan bangsanya di kemudian hari saat ini.

Yunnus sebagai tokoh ilmuwan yang disegani, berusaha untuk membuat perbaikan komprehensif secara bertahap untuk Bangladesh diawali dengan masuknya dirinya di Komisi Perencanaan Pembangunan Nasional Bangladesh kala itu namun karena ia tidak mendapat posisi yang strategis, akhirnya ia tidak dapat berbuat banyak di lembaga yang bersangkutan untuk mengabdikan dirinya lebih pada negara tercintanya, Bangladesh.

Meskipun tidak mendapat posisi strategis, beliau ikhlas dan terus menyampaikan usulan - usulan gagasan solutifnya untuk perencanaan pembangunan nasional di Bangladesh, adapun tidak bisa berbuat banyak karena persoalan kewenangan, lantas baginya itu tidak berpengaruh sedikit pun dan membuat sang creator ini patah surut semangat dan lantas berdiam diri melihat banyaknya air mata silih berjatuhan yang disaksikannya, sebab situasi pelik sangat kompleksnya masalah yang dihadapi bangsanya; Kemiskinan, kelaparan, sulitnya akses terhadap air bersih dan gizi buruk yang merajalela. Beliau menahan tangis, perih  bercampur amarah dalam diri yang ditahan dan merenung di setiap malam.

Hingga pagi hari, ketika dirinya sedang berjalan menuju suatu tempat. Beliau menemukan seorang pemulung yang ia ketahui ialah saudara sebangsanya [Bangladesh] yang hampir mati kelaparan karena kehinaan dari kaca mata sosial yang tidak diinginkan oleh siapa pun menimpa dirinya. Muhammad Yunus pun, datang menghampiri dan berdialog dengannya dengan lembut menanyakan masalah yang dihadapinya yang pelik ini dan siap mendengarkan keluh kesahnya.

Setelah diketahui masalah yang dihadapinya, Muhammad Yunnus pun memberikan uang tunai padanya untuk sekedar bisa membeli makanan beberapa hari ke depan. Tiba pulang di rumah, Yunus merenungkan segmentasi peristiwa yang ia alami tadi pagi. Seketika beliau mendapatkan sebuah ide yang cukup gila bagi orang - orang normal pada umumnya mungkin.

Di awali dengan dirinya mulai meminjamkan uang pribadinya kepada para pemulung di sekitar kediamannya dengan bunga 0% tanpa jaminan apapun dan mekanisme pengembalian melalui cicil secara kolektif yang didasari atas trust yang tinggi, didapatkan 9 saudara sebangsa Bangladesh dengan aktifitasnya yang semula memulung, beralih aktifitas untuk menjual suatu produk / makanan siap saji. Alasan semula mengapa beliau mengambil tindakan spektakuler seperti itu, sederhana sekali argumentasinya yakni didasari keyakinan dirinya atas keinginan setiap orang yang lemah untuk memperbaiki kehidupannya dan lingkungan sekitar yang tentu hampir dipastikan ingin mendukungnya semampunya. Beberapa waktu Prof Yunnus pun mengamati aktifitas ini secara teliti, di luar prediksi dirinya, ternyata kelancaran pengembaliannya pun hampir menyentuh angka 100%, maka Yunnus menyadari ini ialah suatu hal yang sangat penting untuk kita perjuangkan yakni bagaimana menciptakan perbankan untuk kaum miskin / yang kurang beruntung di Bangladesh kala itu sebagai apa yang kita sebut dengan BISNIS SOSIAL dalam rangka perwujudan kesalaehan sosial. 

Bermodal idelisme yang kokoh, beliau mendesain konsep rencana untuk membangun BISNIS SOSIAL ini , dengan menciptakan pola pengendalian dan bagaimana agar para peminjam yang notabenenya berangkat dari kelas tidak mampu bisa untuk meminjam modal untuknya berusaha. Dalam perjalanannya ini, beliau dihujani banyak kritikan destruktif atas pemikirannya, sang creator hebat tetap tegar pada pendiriannya dan berusaha keras untuk bagaimana mencarikan kreditur yang mau meminjamkan uang / modal kepada nasabah tanpa adanya jaminan yang perlu diberikan, dan pembayarannya dicicil dengan dipikul secara kolektif bersama - sama dengan bunga yang sangat - sangat rendah sekali.

Asumsinya, bila ada jaminan maka nasabah [kaum papa] tidak akan sanggup meminjamnya karena tidak punya jaminan apapun selain komitmen janji rasa kepercayaan antar sesama yang diikrarkan.

Melalui berbagai upaya yang ditempuhnya Muhammad Yunnus mendapatkan mitra kreditur yang berkenan bekerja sama dalam bisnis sosial ini saat itu, Perusahaan Minuman Yogurt sebut saja namanya, meski hanya baru berkutat dalam skala yang terbatas. Hal ini dimaksimalkan oleh Yunnus untuk menjadikannya cikal bakal Grameen Bank yang menjadi institusi pengelolanya. Selain itu diawal bekerja sama dengan Yoghurt, diketahui bahwa terjadi krisis makanan yang bergizi sehingga menimbulkan gizi buruk yang sangat luas. Yunnus pun berpikir untuk memfortifikasi/menambah zat gizi di dalam minuman Yoghurt yang kemudian dibagikan gratis pada anak - anak Bangladesh untuk memenuhi kecukupan gizi mikronya dan selama 9 tahun kemudian menunjukkan  hasil yang sangat memuaskan atas upaya cerdas itu yang terbukti mampu menekan kematian akibat gizi buruk yang mestinya menjadi beban dan yang harus dihadapi oleh Bangladesh saat itu.

Hingga akhirnya, Grameen Bank melakukan ekspansi dan bekerja sama dengan Danone Group untuk melakukan upaya yang memberikan manfaat lebih luas lagi bagi masyarakat Bangladesh khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
#Fyi.
Konten diadopsi dari berbagai referensi yang mungkin terdapat kekeliruan dan salah tafsir.


Semoga bermanfaat. dan segera lahir Muhammad Yunnus Muhammad Yunnus lainnya.


Wa Allahu A'lam bi al-Sawab

Kepada-Mu kami berlindung. 


Salam,








Referensi: 


Banker to the Poor: The Autobiography of Muhammad Yunus, Founder of Grameen Bank, by Muhammad Yunus, Oxford University Press, ISBN 0-19-579537-7


https://www.nobelprize.org/nobel_prizes/peace/laureates/2006/yunus-bio.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yunus

https://www.nelsonmandela.org/images/uploads/Yunus_Bio_LT.pdf

http://visitbangladesh.gov.bd/about-bangladesh/history-of-bangladesh/

https://www.youtube.com/watch?v=P0djA0eST7E, Muhammad Yunus - Berpikir kecil, jangan jadi budak aturan. 














Senin, 20 November 2017

KITA di sisi pergulatan goresan Sejarah dan Mimpi

College Story
=========================        


Hari ini adalah kenyataan, kemarin adalah sejarah dan hari esok adalah misteri. Begitulah katanya para bijaksana yang arif berwaris kepada setiap anak yang sedang belajar untuk menemukan, mengenali dirinya sendiri dan berusaha menata arah hidupnya. 

Menariknya bahkan ada loh sebuah quotes dari tokoh pendidikan dunia terkenal, dirinya pernah mengatakan sesuatu yang dengan ringan bahasanya yang digunakan, kurang lebih seperti ini lah apa yang dia katakan saat itu,


" Bagi orang yang tidak berpendidikan, huruf A itu hanyalah tiga garis yang dipersatukan"  A.A Milne. 

Dan.... 

Much education today is monumentally ineffective.  All too often we are giving young people cut flowers when we should be teaching them to grow their own plants.  ~John W. Gardner

Kira - kira dengan bahasa yang disesuaikan artinya jadi gini, mungkin.

Kebanyakan pendidikan saat ini sangat tidak efektif. Terlalu sering kita memberi anak - anak kecil sebatang bunga ketika harusnya kita mengajarkan mereka cara menumbuhkan tanaman mereka sendiri. Sehingga cahaya intelektual hampir diredupkan tanpa disadari.

Sebab pendidikan adalah petualangan intelektual yang mengasyikan, dalam upaya penemuan terbesar dalam kebodohan kita sendiri. Seharusnnya seperti itu.  Will Durant

#Self Reminder

Atau bahkan masih banyak lagi hal lainnya. hehe . . . 

betapa bodohnya diri ini ya Rabbi...

-
-
-


Terpuji dan Agungkanlah namanya dan kasihilah selalu ia wahai kekasih kami ya Rabbi. Terus tancapkan kecintaan kami padanya Muhammad Saw ya Rasulullah, yang telah dengan gilang gemilang menggulung seluruh pernak - pernik kejahiliahan dan menggelar karpet kebenaran di jalan hidup yang semakin menuju titik cerahnya saat ini dengan cinta kasihnya. 

Perlu kita mengulang dan refresh kembali ingatan KITA tentang perjalanan panjang proses pematangan ilmu dan pengetahuan berdasar sumber referensi yang diyakini kebenarannya. 

Dalam bukunya S.I Poeradisastra yang berjudul "Sumbangsih Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern" membagi perjalanan pematangan ilmu pengetahuan dibagi menjadi 5 fase peradaban agung. 


1. Mesir Purba  [Sejak 5000 th sebelum Masehi]

Warisan kebudayaannya yang terkenal ialah; terbangunnya limas - limas [piramida] yang megah Raja Firaun, sistem pengairan dan sistem bintang yang cukup baik. 

Namun, ilmu bintang [astronomi] masih tercampur aduk dengan ilmu perbintangan [astrologi]. Ahli - ahli pengetahuan ialah pendeta yang masih belum mengenal batas antara logika, takhayul, kepercayaan yaitu pemuja tri tunggal Apis-Isis-Orisis.


2. Tiongkok Purba  [Sejak 4000 th sebelum Masehi]

Tiongkok purba lebih maju dari Mesir purba dalam banyak hal, tetapi pengetahuan mereka bercorak kudus [Sacred / Sacral]. Mereka berpikir semua pemberian berasal dari Thian, belum menuju iktikad pencarian rasionalitas secara objektif - empirik sebagai ikhtiar manusia secara sistematik tanpa mengabaikan kekuatan besar di luar kemampuan manusia. 

Cara berpikir manusia Tiongkok Purba masih berdasarkan renungan dan firasat, belum pada tahap kritik - analitik. 


3. India Purba [Sejak 2000 th sebelum Masehi]

Kecenderungan ilmunya terkungkung dalam alam metafisika dan monoisme [menunggalnya manusia dengan dewata] dan Pantheisme [hadirnya dewata di segala yang ada].

Agama Hindu menyembah setidaknya 24.000 dewa dengan TRI TUNGGAL [Brahma-Whisnu- Syiwa]

Umpamanya Astadhyayi, tata bahasa Sankrit / Sansekerta adalah pembahasan ilmiah ilmu Bahasa yang mendahului pembahsan oleh Aristoteles [384 - 322 pra masehi] yang bernilai jauh lebih tinggi untuk pematangan ilmu dan pengetahuan saat ini. 


4. Parsi Purba [Sejak 1000 th sebelum Masehi]

Kebudayaan peninggalan Parsi hampir sebagian besar mirip dengan India Purba karena banyak mengadopsi dari sana dan tidak bersih pula dari peninggalan Mesir Purba dan India Purba. 

Hal yang paling dikenang dari Parsi Purba ialah sangat berjasa pada penemuan Jentera [ sesuatu yg berputar] dalam pembuatan tembikar. Perlu disadari mulai dari jam tangan anak kecil hingga roket yang besar tidak ada yang tanpa menggunakan jentera ini. 


5. Yunani dan Romawi Kuno [Sejak 500 th sebelum Masehi] 

Pada masa ini, berkembanglah filsafat antrophosentrik [Manusia berada pada pusat segala aktifitas]. Sedikit lebih rasional dari kebudayaan - kebudayaan sebelumnya. 

Kecenderungan berpikirnya, manusia berdiri di luar alam, memandang alam sebagai sesuatu kesatuan yang menyeluruh, tetapi terpenggal - penggal menjadi bagian - bagian yang harus diteropong. Atas hal itu lahirlah konsep mereka tentang MAKROKOSMOS [jagat besar] dan MIKROKOSMOS [jagat kecil]. 

Pada eranya belum ada pembatas antara Pengetahuan dan Filsafat, karena kecenderungan berpikirnya yang sangat mendalam dan menjadikannya sebagai aktifias olah raga otak dan petualangan gagasan [ideas] yang menyenangkan.

===============
KESIMPULAN

Pada kebudayaan - kebudayaan terdahulu telah meninggalkan timbunan - timbunan sesuatu yang bermanfaat based on pengamatan, perenungan dan pencaman tetapi belum menghasilkan metode ilmiah yang sistematik karena pengetahuan mereka masih bercampur dengan takhayul, kepercayaan dan filsafat. 

Pengetahuan mereka belum bisa melepaskan dari rabaan - rabaan dan pengandaian yang tidak dapat dibuktikan dan penarikan kesimpulan tanpa pengetahuan yang bersifat empirik. Melainkan masih bersifat intuitif.

PENGUJIAN BERDASARKAN OBJEKTIFITAS PENGALAMAN [EMPIRIK] tidak terdapat dalam filsafat, melainkan terdapat dalam pengetahuan. 

Filsafat --> Bersifat a Priori [sebelum pembuktian]

Pengetahuan --> Bersifat a Posteriori [setelah pembuktian] 


Filsafat mungkin dapat melahirkan Ilmu Jiwa dan Ilmu Masyarakat. Namun filsafat berani terus berjalan meraba - raba saja di dalam kelam, sedangkan Pengetahuan berhenti di daerah yang tidak dikenalnya [Terrae Incognita] hal ini terjadi karena pengetahuan hanya menghendaki hal yang positif. Dugaan yang biasa dijadikan titik tolak di dalam filsafat dibuang dari pengetahuan kalau tidak lulus dalam ujian pengalaman selanjutnya.



RELEVANSI ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN
========================================

Kalau sebagian keyakinan ada yang mengatakan " Padamkan cahaya akal..... , Lalu Jauhkan kritikan .... , atau ada yang mengatakan Yakinlah... tanpa perlu diklarifikasi/diuji rasionalitasnya dan percayalah lalu pelajari... "


Sementara itu, Islam semula meletakkan keyakinannya atas dasar penglihatan, pengamatan dan pemikiran yang jernih bukan atas dasar pengekoran dan taklid. [Al-Assal dan Yusuf Al-Qhadrawi, 1990]

Islam dimulai dengan turunya satu ayat yang mengajarkan kita untuk berpikir cerdas dan jernih.

- Bacalah! [Ayat pertama yang diwahyukan, Surat Al - Alaq ayat 1]

- Perhatikanlah apa - apa yang ada di Bumi dan di Langit [Q.S Yunus 101]

- Janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui [Q.S. Al- Isra 36]

- Bertanyalah pada orang yg berpengetahuan bila kamu tidak mengetahui [Q.S. Al- Nahl ayat 43]

- Adakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang - orang yg tidak mengetahui [Al-Zumar ayat 9]

Di atas ialah, anjuran - anjuran kritis mendasar yang dianjurkan bagi kaum Muslmin dan Mukminin untuk mengenali diri sendiri dan keyakinannya baik untuk kebutuhan dunawi dan baik untuk kebutuhan ukhrawi.


``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
NAPAK TILAS GERAKAN MASSAL MELEK HURUF KAUM MUSLIMIN ERA RASULULLAH SEBAGAI LANGKAH AWAL MEMULIAKAN PERADABAN UMAT MANUSIA



Dalam bukunya yang sama, S. I. Poeradisastra menyebutkan bahwa pada zaman Rasulullah hidup, hanya terdapat 17 orang Quraisy yang mampu menulis dan membaca [tidak termasuk Rasulullah yang tuna aksara]. Atas dasar wahyu yang turun pertama kalinya yang berbunyi, Bacalah! 

Rasulullah menyadari pentingnya untuk bisa mengeluarkan masyarakat dari kejahiliahan saat itu, berangkat dari hal tersebut Rasulullah menganjurkan sahabat dan pengikutnya untuk belajar membaca dan menulis [Aisyah, Zaid bin Tsabits dan Sahabat lainnya] agar belajar tulisan Ibrani dan Suryani. Langkah berikutnya ialah budak - budak belian yang bisa membaca dan menulis akan dimerdekakan bila berkenan mengajarkan 10 orang Muslim membaca dan menulis. 

Inilah langkah mulia peristiwa besar dari mendorong kemajuan Peradaban yang lebih cerah dan lebih bermartabat dari sebelum - sebelumnya yang selanjutnya diteruskan oleh para Khulafaurrasyidin dan Khalifah gagah yang lainnya. 


Hingga suatu saat lahirlah para Ilmuwan - ilmuwan muslim yang sangat hebat dan berkembangnya ilmu pengetahuan dengan gemilangnya. 

Berikut ilmu - ilmu yang dilahirkan dari Rahim ISLAM; 

1. Ilmu Pasti 
2. Fisika
3. Kimia
4. Farmasi
5. Kedokteran
6. Hayati / Biologi
7. Ilmu Bintang
8. Ilmu bumi kian menjadi sangat lebih besar



Terdapat tokoh - tokoh Ilmuwan berpengaruh Islam yang sering tidak dikenalkan seperti;

1. Muhammad Ibn Musa al-Kwaraizmi [780 - 850] --> Sebagai Bapak Aljabar [Perintis]

Al - Khawarizmi membina Al Jabar yang telah dimulai oleh Diophantes [250 pra Masehi] dari Yunani. 

Tulisan Diophantes yang masih kabur dibersihkan dari kesalahan - kesalahan dan selanjutnya dikembangkan. Selain itu, Al Khawarizmi telah memberikan beberapa rumus ilmu ukur; Segitiga dan Sistem Persepuluhan [Yg tidak dikenal oleh angka Romawi].



2. Abu Musa Jabir bin Hayyan [700-an] --> Sebagai Bapak Kimia.

M Natsir dalam S.I Poeradisastra mengutip perkataan Ibn Hayyan," Pendirian - pendirian yg berdasarkan 'kata si Anu' artinya perkataan yg tidak disertai bukti penyelidikan, tidak berharga di dalam ilmu kimia. Satu kaidah dalam ilmu kimia ini dengan tidak ada kecualinya ialah bahwa dalil yg tidak berdasarkan bukti yang benar harganya tidak lebih dari satu omongan yang boleh jadi benar boleh jadi keliru. Hanya bila seseorang memnbawakan keterangan dengan bukti nyata, menguatkan pendiriannya, barulah boleh berkata, 'pendirian Tuan dapat diterima' ". 

Sesuai dengan pendiriannya itu, Ibn Hayyan banyak melakukan percobaan tentang Sublimasi, Pemerasan, Pembasmian, Pengasaman dan Penyulingan --> Perintis Empirisme [sebagai metodologi ilmiah], namun ia masih ada sisa - sisa sikap tidak ilmiah, misalnya kepercayaannya pada Astrologi. 



3. Abu Bakr Muhammad Ibn Zakariya Ar- Razi [Razes nama Baratnya] 866 M - 909 M --> Tokoh Kedokteran dan Ahli Kimia Besar. 

Al - Fihrist mencatat 113 Karya Besar dan 28 Karya Kecilnya. Buku al - Hawi [Buku Menyeluruh] dianggap sebagi buku induk / rujukan bidang Kedokteran di seluruh dunia. 

Ia adalah Penemu Air Raksa yang banyak digunakan di kedokteran, dan ia pula orang yang pertama kali mendiagnosis cacar dan membedakan cacar air [Variolla] dan cacar merah / api [varicella]. 

Ketika di Baghdad, ia ingin membangun Rumah Sakit Pusat, ar - Razi meminta tolong orang untuk menggantung daging segar di setiap daerahnya, dimana daging segar yang paling terakhir membusuk di sanalah di bangun RS tersebut. 


4. Syekh Abu Ali al - Husaiyn Ibn Sina [Avicenna nama Baratnya] 900-an M --> Tokoh Besar Ilmuwan Kedokteran Muslim penerus Ar Razi. 

Selain sebagai penerus Ar Razi, Ibn Sina ialah seorang Dokter besar muslim, Ahli Farmasi dan Ahli Musik. 

Beliau adalah orang yg pertama kali mengungkapkan peranan udara dalam media penularan penyakit. Bukunya yang paling termasyhur ialah Al- Qanuun Fii Thibb [Buku Pedoman Kedokteran] --> Buku rujukan kedokteran untuk Muslim dan Eropa. 


5. Ibn Qurrah [836 M - 901 M] --> 

Ilmuwan besar Muslimin yang pertama kali membahas waktu orbit Matahari, Azzimut dari [ as - Summut = Puncak ketinggian matahari] dan lama tahun matahari [ 365 hari, 5 jam 49 menit dan 12 detik] berasal darinya. 


6. Abu Raihan bin Ibn Ahmad Al - Biruni [972 M - 1051 M] 

Seorang jenius dan juga besar di bidang ilmu alam dan filsafat. Bukunya yang terkenal [Al- Atsaru Al- Baqiyah Al Quruun Al Khailiyah].


Ia telah pula membahas tentang teori sinar, warna - warni [colorite] dan teori optika.  Ia mengoreksi pendapat Euclides dan Ptolemaios yang keliru mengatakan bahwa benda menjadi terlihat karena mata memancarkan sinar kepada benda. 

ia menegaskan, Justru sebaliknya. Benda jadi terlihat karena benda memantulkan sinar kepada mata. Dibahas pula teori pecahnya [refraction] sinar. Ia ialah seorang experimentalist yang tekun di bidang ilmu alam.   

Sedikit diceritakan tentang tokoh - tokoh Islam yang menjadikan Islam sebagai KIBLATNYA ILMU PENGETAHUAN DUNIA kala itu. 

Hal ini sebagai tanda, bagi peningkatan pengetahuan dan seterusnya. 

Hingga akhirnya, pengembangan pembangunan Islam ini disempurnakan oleh kekuasaan Islam di Andalusia [Spanyol] dari 719 M sampai runtuhnya pada 1492 M di Granada.

Hingga ilmu dan pengetahuan terus dikembangkan hingga saat ini dan sampailah kepada KITA. Bila disadari betapa besarnya kontribusi Islam dalam mematangkan ilmu dan pengetahuan hari ini, sungguh ironi bila tidak terselip satu amalan mulia suratul - fatihah untuk seluruh pihak yang sangat berjasa demi tegaknya dan cerahnya ilmu pengetahuan yang kita konsumsi dengan mudahnya saat ini.



Sumber: 


S.I. Poeradisastra, 1987. Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Peradaban Modern. Jakarta; Komunitas  Bambu.
Natta, Abudin. 2015. Studi Islam Komprehensif. Jakarta: Prenada Media. 


==========================
Kepada Sang Pemilik Kekuasaan Penulis tunduk dan mohon ampunan bila ada keliru yang terbuat.


Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii


Wa Allahu A'lam bi al- Sawab.

=================================

Salam, 

Dari Muridmu